Judul Skripsi: ANALISIS PEMBERDAYAAN KEBUDAYAAN KOTA CIREBON DALAM MENINGKATKAN POTENSI WISATA DAERAH Kata Kunci : Pemberdayaan Kebudayaan dan Potensi Wisata Jumlah Halaman : ix + 77 halaman
ABSTRAK Latar Belakang : Cirebon dikenal juga sebagai Puser Ing Bumi, yaitu titik temu dari aneka peradaban dan budaya yang melahirkan Tri Manunggaling Budaya (Islam, Hindu dan Cina) ditinjau dari latar belakang histori dan nilai budaya. Warisan budaya yang merupakan peninggalan masa lampau Cirebon adalah merupakan aset yang sangat bernilai bagi Pemerintahan Daerah Kota Cirebon untuk menyelenggarakan salah satu urgensi peran pemerintah, yaitu memberdayakan potensi daerahnya.
Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu kepada “Riset deskriptif, metode penelitian yang bersifat untuk mengetahui dan menjelaskan nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Jenis data primer dan data sekunder, data primer yaitu data yang diambil langsung di lapangan. Sedangkan data sekunder, yaitu data yang diambil dari data yang telah tersedia. Teknik analisis/pengolahan data menggunakan deskriptif analisis sesuai dengan kondisi obyektif mengenai potensi wisata yang ada di Kota Cirebon.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata daerah kota Cirebon dan bagaimana Peranan Pemerintah dan Masyarakat dalam melestarikan potensi-potensi wisata tersebut.
Kesimpulan: Masyarakat telah memiliki inisiatif untuk terlibat dan berpartisipasi dalam pengembangan kekayaan kekayaan budaya. Adapun bentuk partisipasi mereka meliputi kegiatan pelestarian, kegiatan pemeliharaan, dan kegiatan pemanfaatan kekayaan budaya. Faktor-faktor pendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan kekayaan budaya adalah faktor agama, faktor budaya, dan faktor ekonomi. Sedangkan faktor penghambat partisipasi masyarakat adalah karena adanya keterbatasan dana masyarakat, lemahnya kemampuan, dan kurangnya stimulus dari pemerintah. Pola kerjasama pengembangan kekayaan kekayaan budaya yang dimungkinkan berdasar prinsip-prinsip sebagai berikut: 1) formal, artinya ada satu kesepakatan yang sifatnya mengikat, 2) berkelanjutan, memiliki dimensi jangka panjang dan simultan, dan 3) partisipatif, artinya melibatkan semua pelaku (stakeholder), meliputi: masyarakat, pemerintah, swasta, mediator, tokoh budaya/masyarakat.
Saran-saran: Pemerintah dituntut untuk senantiasa memperhatikan dengan penuh aspresiasi dan memantau perkembangan perwujudan inisiatif masyarakat sehingga dapat dilakukan upaya fasilitasi terhadap berbagai iniasitif masyarakat tersebut secara legal Pemerintah kota Cirebon perlu meningkatkan perhatian terhadap pembinaan sumber daya manusia (terutama motif yang mendorong) dan penyediaan sarana dan prasarana yang mampu menstimulir daerah-daerah tertentu yang memiliki perhatian, komitmen, dan penganggaran di instansi masing-masing. Pemerintah harus memiliki kemampuan untuk memecahkan kebekuan komunikasi dengan menjadi mediator bagi para pelaku (stakeholder), baik masyarakat, dunia usaha, tokoh-tokoh masyarakat melalui berbagai aktivitas kebudayaan, seperti usulan model pengembangan kekayaan kekayaan budaya.
Jumlah Pustaka: 20 (1990-2006) DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL i LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ii BERITA ACARA SIDANG SKRIPSI iii KATA PENGANTAR iv ABSTRAK vi DAFTAR ISI viii
BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 B. Perumusan Masalah 4 C. Tujuan Penelitian 5 D. Kegunaan Penelitian 6 E. Hipotesa 7 F. Metodologi Penelitian 7 1. Tempat dan Waktu Penelitian 7 2. Metode Penelitian 7 3. Jenis Data dan Variabel Penelitian 8 4. Sumber Data 9 5. Teknik Pengambilan sampel 10 6. Teknik Pengumpulan Data 10 7. Teknik Pengolahan Data 11 G. Sistematika Penulisan 14
BAB II : LANDASAN TEORI A. Pengertian Kebudayaan 16 B. Pengertian dan Sejarah Pariwisata 19 C. Perkembangan Pariwisata di Indonesia 21 D. Kepariwisataan Budaya (cultural tourism) 24 BAB III : GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Sejarah Singkat Kota Cirebon 35 B. Visi dan Misi Kota Cirebon 40 C. Kondisi Geografis Kota Cirebon 41 D. Potensi Daerah 42 E. Sarana Kota 43 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Kebudayaan Khas Kota Cirebon 45 B. Analisis Pengembangan Kebudayaan Berbasis Masyarakat 56 BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 74 B. Saran-saran 75 DAFTAR PUSTAKA 77 LAMPIRAN |