Skripsi Sosial
Komunikasi
Kode: S1.KOM.25 | Kode: S1.KOM.25 |
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Sunday, 28 June 2009 | |
|
Judul: PENERAPAN POLA KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DENGAN ANAK PADA KELUARGA ANTARBANGSA Jumlah halaman: 63 hlm + Lampiran lengkap Skripsi tahun: 2008 ABSTRAK Tujuan penelitian: (1) Mengetahui persepsi yang tumbuh pada pasangan pernikahan antarbangsa dalam menilai pernikahan mereka, (2) Mengetahui pola komunikasi yang diterapkan antara orang tua dengan anak oleh pasangan pernikahan antarbangsa, dan (3) Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh pasangan pernikahan antarbangsa dalam masalah komunikasi di antara mereka. Unit analisis yang akan diteliti adalah pendapat individu, yaitu pendapat dari hasil wawancara terhadap 2 pasangan pernikahan antarbangsa, dalam hal ini Suami adalah WNA (Amerika) dan istri WNI (Indonesia). Pendapat individu yang akan digali adalah mengenai tema penelitian, yaitu menyangkut belief, value, attitude / behavior dan worldview sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai pola komunikasi antara orang tua dan anak yang terjalin pada keluarga pernikahan antarbangsa. Dari hasil wawancara dengan dua pasangan pernikahan antar bangsa di atas, terlihat bahwa proses menjalin hubungan di antara kedua pasangan tersebut memiliki ciri yang sama, yaitu diawali dengan pertemuan satu sama lain, dan saling tertarik, lalu menjalin hubungan yang kemudian dilangsungkan pada pernikahan karena ada kecocokan satu sama lain. Hal ini sesuai dengan teori penetrasi sosial, yaitu teori mengenai proses jalinan hubungan yang terjadi dalam komunikasi interpersonal. Teori Penetrasi Sosial dipopulerkan oleh Irwin Altman & Dalmas Taylor. Teori penetrasi sosial secara umum membahas tentang bagaimana proses komunikasi interpersonal. Di sini dijelaskan bagaimana dalam proses berhubungan dengan orang lain, terjadi berbagai proses gradual, di mana terjadi semacam proses adaptasi di antara keduanya, atau dalam bahasa Altman dan Taylor: penetrasi sosial (Griffin, 2003:132). Altman dan Taylor mengibaratkan manusia seperti bawang merah. Maksudnya adalah pada hakikatnya manusia memiliki beberapa layer atau lapisan kepribadian. Jika mengupas kulit terluar bawang, maka akan menemukan lapisan kulit yang lainnya. Begitu pula kepribadian manusia. Lapisan kulit terluar dari kepribadian manusia adalah apa-apa yang terbuka bagi publik, apa yang biasa diperlihatkan kepada orang lain secara umum, tidak ditutup-tutupi. Dan jika mampu melihat lapisan yang sedikit lebih dalam lagi, maka di sana ada lapisan yang tidak terbuka bagi semua orang, lapisan kepribadian yang lebih bersifat semiprivate. Lapisan ini biasanya hanya terbuka bagi orang-orang tertentu saja. Lapisan yang paling dalam adalah wilayah private, di mana di dalamnya terdapat nilai-nilai, konsep diri, konflik-konflik yang belum terselesaikan, emosi yang terpendam, dan semacamnya. Lapisan ini tidak terlihat oleh dunia luar, oleh siapapun, atau orang terdekat manapun. Akan tetapi lapisan ini adalah yang paling berdampak atau paling berperan dalam kehidupan seseorang (Griffin, 2003:133). Kedekatan seseorang terhadap orang lain, menurut Altman dan Taylor, dapat dilihat dari sejauh mana penetrasinya terhadap lapisan-lapisan kepribadian tadi. Dengan membiarkan orang lain melakukan penetrasi terhadap lapisan kepribadian yang dimiliki artinya ia membiarkan orang tersebut untuk semakin dekat dengannya. Taraf kedekatan hubungan seseorang dapat dilihat dari sini. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Beranda |
| Skripsi Ekonomi |
| Skripsi Sosial |
| Skripsi Humaniora |
| Skripsi Informatika |
| Tesis |
| Laporan Magang |
| Konsultan & Olah Data |
| Tips & Trik |
| Free Download |
| Free Journal |
| Search |
| Contact Us |