Skripsi Sosial
Komunikasi
Kode: S1.KOM.08 | Kode: S1.KOM.08 |
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Sunday, 23 March 2008 | |
|
Judul: MITOLOGI THEMATIC CAMPAIGN IKLAN ROKOK SAMPOERNA A MILD: Studi Semiotik Roland Barthez Pada Pesan Thematic Campaign Iklan Rokok Sampoerna Mild di Televisi versi “Tanya Kenapa“ Halaman: 143 hal KESIMPULAN 1. Dari segi struktur pesan iklan, iklan Amild menggunakan kode-kode yang berupa visual yang unik, tidak mudah ditebak, dan mengandung unsur-unsur kritik sosial yang tinggi. 2. Dari segi analisis pascastruktur Barthez, khususnya pada kode hermeneutik, Ideologi iklan A Mild yang berlaku saat ini adalah: iklan yang ringan, mengandung kata-kata yang memancing perhatian, dan bermuatan nilai-nilai budaya dan juga kritik sosial. Inilah sebetulnya mitos utama dari iklan A Mild. 3. Dari segi kode semantik, iklan Amild memunculkan karakter polisi dan wanita cantik yang khas yang sesuai dengan mitos polisi dan wanita cantik yang berkembang di masyarakat. 4. Dari segi kode simbolik, iklan Amild memunculkan banyak pertentangan makna yang di dalamnya mengandung unsur-unsur kritik sosial yang tinggi. 5. Dari segi kode narasi iklan Amild dengan tagline “Taat Kalo Ada yang Liat” didukung oleh tema setelahnya, yang banyak dipasang di billboard-billboard pinggir jalan raya, yaitu tema “Kalau di jalan buta warna”, yang memiliki kandungan pesan yang hampir mirip. 6. Dari segi kode kebudayaan, Iklan A Mild yang paling mendasar adalah iklan yang berfungsi juga sebagai media “Kritik Sosial”, baik kritik terhadap budaya, moral, dan kebiasaan yang ada pada masyarakat, kritik terhadap pemerintahan, kritik terhadap produk lain, juga kritik terhadap kebudayaan yang telah mapan. Misalnya, kritik iklan A Mild pada tagline “Belum tua belum boleh bicara”. Pada tagline “Taat Kalo Ada yang Liat” pun kritik kebudayaannya sangat kental, seperti telah dikemukakan pada pembahasan kode-kode sebelumnya di atas. Atau bisa dikatakan, “kritik budaya untuk membangun budaya yang baru”. 7. Sejak tahun 2005 hingga tahun 2007 diluncurkannya thematic campaign versi “Tanya Kenapa”, mitos yang berkembang di masyarakat terhadap iklan A Mild adalah “Iklan yang ringan, kreatif, cerdas, trend-setter, tak mudah diterka, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan mengandung kritik sosial |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Beranda |
| Skripsi Ekonomi |
| Skripsi Sosial |
| Skripsi Humaniora |
| Skripsi Informatika |
| Tesis |
| Laporan Magang |
| Konsultan & Olah Data |
| Tips & Trik |
| Free Download |
| Free Journal |
| Search |
| Contact Us |