• Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • default color
  • green color
  • blue color
Zoom & Font
You are here: Beranda arrow Skripsi Ekonomi arrow Manajemen SDM arrow Kode: S1.SDM.19
Kode: S1.SDM.19 Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Sunday, 23 March 2008
Judul: ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PADA PT X

Halaman: 74 hal

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan yang sering terjadi pada setiap perusahaan, khususnya pada perusahaan yang hendak diteliti, yakni kerap disibukkannya pimpinan hanya untuk mengurusi pekerjaan karyawan yang seharusnya karyawan mampu berinisiatif sendiri di dalam mengerjakan pekerjaan sesuai dengan yang semestinya. Dalam kenyataan tidak jarang karyawan masih sangat tergantung kepada pimpinan. Hal itu jelas dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Dari latar belakang masalah tersebut, penulis dapat merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: “Seberapa besar pengaruh kepemimpinan terhadap peningkatan kinerja perusahaan pada PT. X, Jakarta?”
Dari rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi berdasarkan fakta dan data yang sahih serta valid tentang bagaimana pengaruh kepemimpinan terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Penelitian akan dilaksanakan di PT X selama 3 bulan terhitung dari mulai bulan Juni s/d Agustus 2007.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode asosiatif, yaitu metode yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Metode ini berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala/peristiwa. Sedangkan teknik pengambilan data menggunakan tiga teknik: (1) Penelitian lapangan (Field Research Method): wawancara dan penyebaran kuesioner (angket), (2) penelitian kepustakaan (Library Research Method), dan (3) penelitian dokumenter.
Data penelitian ini diambil dari dua sumber: (1) data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden sebagai sumber data melalui penyebaran instrumen (kuisioner) dan wawancara di lokasi penelitian; (2) data sekunder, yaitu data pendukung atau pelengkap data primer yang diperoleh dari dokumen atau literatur  yang berhubungan dengan penelitian ini, meliputi: (a) data tentang sejarah berdiri dan perkembangan perusahaan PT. X, Jakarta; (b) data tentang struktur organisasi PT X Jakarta; (c) data tentang jumlah karyawan di PT. X, Jakarta; dan (d) teori-teori dari berbagai literatur yang mendukung penelitian ini.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT X, Jakarta.
Adapun sampel penelitian, dikarenakan perusahaan PT X adalah perusahaan kelas menengah dan sebagai perusahaan jasa, khususnya perusahaan konstruksi bangunan, yang mana para karyawan mereka yang tinggal tetap di kantor hanya sedikit (berjumlah 20 orang), sedangkan karyawan yang lainnya lebih banyak terdiri dari para pekerja lapangan. Untuk itu, sampel dalam penelitian ini adalah hanya karyawan tetap yang memegang beberapa divisi di kantor PT. X, sedangkan karyawan yang berada di lapangan tidak dijadikan sampel karena tidak berhubungan langsung dengan manajemen perusahaan serta sangat sulit untuk mengadakan pertemuan khusus dengan mereka dikarena kesibukan mereka di lapangan. Dikarenakan jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, maka semua anggota populasi—dalam hal ini seluruh staf tetap pada kantor PT X—digunakan sebagai sampel. Cara pengambilan sampel seperti ini disebut sebagai sampel jenuh, di mana semua anggota populasi dijadikan sampel. Dengan pengambilan sampel seperti ini menurut hemat penulis sudah cukup memenuhi konsep keterwakilan (representatives).
Dari penelitian yang dilakukan dengan melibatkan 20 responden terhadap kepemimpinan dan kinerja diperoleh hasil sebagai berikut: kepemimpinan PT X adalah tergolong “sangat baik”, dan kinerja PT X adalah tergolong “baik”.
Dari perhitungan Uji Koefesien Korelasi, diperoleh nilai r = 0,9550; memberikan indikasi bahwa antara variabel Kepemimpinan (X) dengan Kinerja Perusahaan (Y) terdapat hubungan yang sangat kuat dan positif.
Dari perhitungan Koefesien Determinasi diperoleh nilai sebesar 91.20%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya kontribusi faktor Kepemimpinan terhadap peningkatan Kinerja Perusahaan adalah 91.20%, sedangkan 8.80% lainnya adalah pengaruh dari faktor lain.
Kemudian dari perhitungan Uji Keberartian Koefesien Korelasi (Uji t) diperoleh nilai t hitung = 13,647 dan t tabel = 1,734. Ternyata t hitung > t tabel. Dengan demikian Ho ditolak, artinya terdapat hubungan yang berarti antara Kepemimpinan dan Peningkatan Kinerja Perusahaan.
Dari hasil analisis data, untuk kasus penelitian ini telah terbukti bahwa antara variabel kepemimpinan dan kinerja perusahaan terdapat hubungan yang signifikan (berarti), dan hubungan yang ada bersifat sangat kuat dan positif. Hal ini memberikan implikasi bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan pada PT X, maka kepemimpinan perlu dipertahankan dan didukung dengan pemberdayaan sumber daya manusia yang ada.

 

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >