Skripsi Ekonomi
Manajemen Pemasaran
Kode: S1.MP.45 | Kode: S1.MP.45 |
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Sunday, 28 June 2009 | |
|
Judul: PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP EKUITAS MEREK PADA KFC Jumlah halaman: 86 hlm + Lampiran lengkap Skripsi tahun: 2008 ABSTRAK Tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui pengaruh brand image KFC, (2) Untuk mengetahui ekuitas merek KFC, dan (3) Untuk mengetahui pengaruh brand image terhadap ekuitas merek yang dimilikinya. Sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti . Proses pemilihan sampel dari populasi dengan tujuan mendapatkan kesimpulan umum mengenai populasi berdasarkan hasil penelitian terhadap sampel yang dipilih adalah sampling. Sampel yang diambil berjumlah 100 orang pelanggan KFC di Jakarta. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah: a.Konsumen KFC di seluruh Jakarta b.Minimal pernah mengkonsumsi produk KFC dua kali c.Minimal pernah berkunjung ke gerai KFC dua kali d.Time Frame dalam penelitian ini adalah 6 bulan, hal ini berarti yang dapat menjadi responden dalam penelitian ini adalah yang melakukan kunjungan ke KFC dan mengkonsumsi KFC dalam kurun waktu 6 bulan terakhir e.Usia minimum adalah 18 tahun karena mereka dianggap sudah cukup dewasa untuk dapat membuat penilaian dan dengan melihat bahwa target konsumen KFC adalah keluarga. Dari berbagai analisis data di atas, secara kualitas masing-masing dimensi dari variabel brand image dan ekuitas merek telah menunjukkan hasil yang positif dan telah tergolong baik. Namun, hal ini belum dapat menjawab hipotesis penelitian mengenai ada atau tidaknya hubungan dan pengaruh antara masing-masing dimensi tersebut. Dari hasil analisis data, penelitian ini berada pada posisi mendukung teori mengenai pengaruh citra merek (brand image) terhadap ekuitas merek sebagaimana telah dikemukakan pada bab sebelumnya. Seperti dikemukakan oleh Keller (1999) bahwa ekuitas merek merupakan suatu pemahaman yang dimiliki konsumen terhadap suatu merek sebagai bentuk respon dari aktivitas pemasaran. Hal ini menunjukkan ekuitas merek dipengaruhi oleh citra merek. Dari hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan yang sama, yaitu brand image memiliki hubungan dan pengaruh yang kuat terhadap ekuitas merek. Selain itu, dikemukakan oleh Paul Temporal (2002) bahwa untuk menuju ekuitas merek yang tinggi hanya terjadi saat konsumen menyadari keberadaan merek (aware of the brand) dan konsumen memiliki image kuat, menguntungkan, dan menyadari keunikan/keunggulan merek tertentu. Selain mendukung teori-teori dan hasil penelitian sebelumnya, penelitian ini juga menyajikan kesimpulan lain. Dari responden yang teliti ternyata dimensi kognitif, jika dilakukan secara terpisah, tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap ekuitas merek. Adapun jika dilakukan secara simultan, variabel brand image yang diwakili oleh dimensi kognitif dan afektif memiliki hubungan dan pengaruh yang signifikan terhadap ekuitas merek. Adanya kesenjangan antara hasil analisis parsial dan simultan ini menunjukkan bahwa pengetahuan (kognitif) saja tidak cukup untuk menumbuhkan ekuitas merek, perlu penanaman asosiasi dan pencitraan merek melalui tahap afektif, yaitu agar konsumen merasa suka dengan merek, baru akan tercipta ekuitas merek yang salah satunya adalah loyalitas terhadap merek. Penelitian ini juga memberikan implikasi bahwa citra merek (brand image) terkait dengan kepercayaan, persepsi nilai atau manfaat yang dapat diperoleh oleh konsumen, yang tercermin dalam aspek afektif konsumen terhadap suatu produk, dalam hal ini produk KFC. Munculnya citra merek yang baik di mata konsumen akan melahirkan preferensi terhadap suatu merek dibandingkan dengan yang lain kalau keduanya pada dasarnya identik. Sejauh mana pelanggan bersedia membayar lebih tinggi untuk merek tertentu tersebut merupakan ukuran citra dan ekuitas merek. Dasar keputusan manajemen yang dapat diambil adalah bahwa citra merek merupakan kumpulan dari adanya persepsi merek pada benak konsumen, mulai dari adanya kesadaran merek, penerimaan merek, pembedaan merek, akhirnya timbul ekuitas merek salah satunya adalah loyalitas sebagai tujuan dari pengembangan merek tertinggi, yaitu sikap tidak mau berganti pada merek lain. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Beranda |
| Skripsi Ekonomi |
| Skripsi Sosial |
| Skripsi Humaniora |
| Skripsi Informatika |
| Tesis |
| Laporan Magang |
| Konsultan & Olah Data |
| Tips & Trik |
| Free Download |
| Free Journal |
| Search |
| Contact Us |