• Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • default color
  • green color
  • blue color
Zoom & Font
You are here: Beranda arrow Skripsi Ekonomi arrow List Skripsi Ekonomi arrow Akuntansi arrow Kode: S1.AK.27
Kode: S1.AK.27 Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Sunday, 28 June 2009
Judul: PENGAKUAN PENDAPATAN DAN BIAYA KONTRAK JANGKA PANJANG DALAM MENENTUKAN LABA KOTOR PERUSAHAAN KONSTRUKSI PADA PT. X
Jumlah halaman: 80 hlm + Lampiran lengkap
Skripsi tahun: 2008 ABSTRAK
Tujuan dalam penulisan ini adalah mengetahui, menghimpun dan menganalisis data tentang pengakuan pendapatan dan biaya kontrak jangka panjang dalam rangka penentuan laba kotor perusahaan yang berhubungan dengan keputusan yang diambil manajemen perusahan.
Sample yang diamati dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh sesuai dengan batasan masalah yang akan diambil sesuai dengan periode antara tahun 2005 sampai dengan 2007.
Metode pengakuan pendapatan dan biaya untuk perusahaan kontraktor bidang konstruksi terbagi ke dalam 2 macam: metode kontrak selesai dan metode persentase penyelesaian kontrak.
PT X dalam pencatatan pendapatan dan biaya kontrak jangka panjang, khususnya pada proyek Summit Apartemen yang dilakukan pada rentang tahun 2005-2006 menggunakan metode persentase penyelesaian kontrak. Pada metode ini, pendapatan dan biaya diakui berdasarkan kinerja (progress) sehingga biaya proyek aktual dan pendapatan dapat diketahui secara pasti pada setiap periode.
Dari perbandingan pengakuan pendapatan antara metode persentase penyelesaian kontrak dan metode kontrak selesai, terlihat bahwa pada metode persentase penyelesaian kontrak pendapatan dibagi pada setiap tahun sehingga laba kotor menjadi kecil, hal ini akan mempengaruhi terhadap besarnya  pajak yang harus dikeluarkan. Sedangkan pada metode kontrak selesai diakumulasi hingga kontrak selesai sehingga pendapatan metode kontrak selesai memiliki  hasil sebesar Rp. 3,018,780,292.15, sedangkan metode persentase penyelesaian kontrak pada tahun yang sama memiliki hasil laba kotor Rp. 2,761,058,485.57. Adanya perbedaan tersebut, dikarenakan pada metode persentase penyelesaian kontrak pendapatan diakui sesuai dengan periode kontrak. Sedangkan pada metode kontrak selesai, pendapatan diakui setelah kontrak selesai.
Pada kasus PT X, ternyata perusahaan dalam pemilihan metode pengakuan pendapatannya telah tepat, karena berdasarkan perbandingan yang telah dilakukan ternyata pengakuan pendapatan melalui metode persentase penyelesaian kontrak lebih baik dibanding dengan metode kontrak selesai. Karena pada tahun 2005 pendapatan diakui sedangkan pada metode kontrak selesai tidak diakui.
Dari hasil penelitian ini juga diperoleh kesimpulan bahwa pemilihan suatu metode pengakuan pendapatan sangat berpengaruh terhadap penyajian laporan keuangan, khususnya laba kotor. Hal ini jelas akan menentukan penilaian terhadap kinerja perusahaan. Karena kinerja perusahaan dinilai baik atau buruknya adalah dari laporan keuangan.
 
Berikutnya >