• Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • default color
  • green color
  • blue color
Zoom & Font
You are here: Beranda arrow Skripsi Ekonomi arrow Kode: S1.AK.24
Kode: S1.AK.24 Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Sunday, 28 June 2009
Judul: PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PENGAKUAN PENDAPATAN PADA INDUSTRI JASA KONSTRUKSI PT X, JAKARTA KHUSUSNYA PROYEK SUMMIT APARTEMENT KELAPA GADING
Jumlah halaman: 80 hlm + Lampiran
Skripsi tahun: 2009 ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perlakuan akuntansi atas pendapatan jasa konstruksi pada PT X, Jakarta, (2) perbandingan metode pengakuan pendapatan dari metode metode proporsional (persentase penyelesaian secara fisik) dan metode pada saat pembayaran (kontrak selesai) pada PT X, Jakarta, (3) apakah metode pengakuan pendapatan perusahaan telah sesuai dengan PSAK No.23.
Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang telah tersedia. Data tersebut mencakup: data tentang pendapatan perusahaan dari usaha jasa konstruksi khususnya proyek Summit Apartement Kelapa Gading yang dapat dilihat dari laporan keuangan per periode akuntansi, yakni laporan keuangan tahun 2006. Data tersebut kemudian akan dilihat bagaimana pengakuan pendapatan perusahaan dari usaha jasa konstruksi.
PT X dalam pencatatan pendapatannya menggunakan metode proporsional (persentase penyelesaian secara fisik), karena bersifat kontrak jangka panjang. Dari perbandingan pengakuan pendapatan antara metode proporsional dan kontrak selesai, terlihat bahwa pada metode proporsional menghasilkan nilai laba pada laporan laba rugi yang lebih besar yaitu Rp.3,085,628,352.20 daripada menggunakan metode kontrak selesai yang hanya menghasilkan nilai laba sebesar Rp.3,018,780,292.15. Dan pengakuan pendapatan di tahun 2005, pada metode kontrak selesai tidak diakui, adapun pada metode proporsional diakui.
Ternyata perusahaan dalam pemilihan metode pengakuan pendapatannya telah tepat, karena berdasarkan perbandingan yang telah dilakukan ternyata pengakuan pendapatan melalui metode proporsional lebih baik dibanding dengan metode kontrak selesai.
Dari hasil penelitian ini juga diperoleh kesimpulan bahwa pemilihan suatu metode pengakuan pendapatan sangat berpengaruh terhadap penyajian laporan keuangan. Hal ini jelas akan menentukan penilaian terhadap kinerja perusahaan. Karena kinerja perusahaan dinilai baik atau buruknya adalah dari laporan keuangan.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >