• Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • default color
  • green color
  • blue color
Zoom & Font
You are here: Beranda arrow Skripsi Ekonomi arrow Kode: S1.AK.22
Kode: S1.AK.22 Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Sunday, 28 June 2009
Judul: PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN STRUKTUR MODAL PADA PT BCA, TBK
Jumlah halaman: 85 halaman + Lampiran lengkap
Skripsi tahun: 2008 ABSTRAK
penelitian ini bertujuan untuk menjawab perumusan masalah sebagaimana telah dirumuskan di atas, yaitu: (1) Untuk mengetahui kondisi tingkat pertumbuhan dan struktur modal pada PT BCA, Tbk selama 6 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2002-2007, dan (2) Untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan perusahaan terhadap kebijakan struktur modal pada PT BCA, Tbk periode 2002-2007.
Dalam penelitian ini sampel penelitian yang diambil adalah data pertumbuhan perusahaan dan data kebijakan struktur modal yang diambil dari laporan keuangan konsolidasi per triwulan PT BCA, Tbk periode Januari 2002 – Desember 2007, sehingga jumlah sampel atau data adalah 24 sampel.
Pertumbuhan perusahaan pada PT BCA, Tbk selama periode 2002-2007 memiliki berbagai perbedaan pertumbuhan. Ada yang bertumbuh secara tinggi, konstan, dan mengalami penurunan. Pertumbuhan perusahaan, dalam hal ini pertumbuhan penjualan, ekuitas, laba, dan aset pada setiap tahunnya terus mengalami perubahan sesuai dengan kinerja dari kegiatan perusahaan. Begitu juga halnya dengan kebijakan struktur modal yang tercermin pada nilai MDE, pun mengalami penurunan dan peningkatan sesuai dengan kinerja dari kegiatan perusahaan.
Pertumbuhan Perusahaan (Pertumbuhan Aset, Ekuitas, Penjualan dan Laba) memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan struktur modal. Hal itu diketahui dari hasil uji regresi, uji t dan uji F yang menghasilkan nilai ditolaknya Ho. Hal ini sesuai dengan hipotesis teori POT (Pecking Order Theory) bahwa perusahaan dengan tingkat pertumbuhan  yang  tinggi  akan  cenderung  untuk  menjaga  dan mempertahankan  rasio hutang pada level yang rendah (sinyal negatif). Jika pertumbuhan perusahaan tinggi maka akan diikuti dengan pemanfaatan aset dan laba untuk struktur modal, namun sebaliknya jika pertumbuhan perusahaan menurun maka akan memanfaatkan kebijakan struktur modal dalam bentuk hutang dan penjualan saham. Dengan kata lain, setelah perusahaan mendapatkan laba, perusahaan akan menggunakan labanya untuk mengurangi hutang sehingga penggunaan hutang  dalam pendanaannya menjadi turun.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >