|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Saturday, 04 August 2007 |
Judul Skripsi: Peranan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dalam Penurunan Angka Kelahiran dan Kematian Balita dan Ibu Hamil (Studi di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon) Kata Kunci : KB, PLKB, AKB, dan MMR Jumlah Halaman: xi + 72 halaman
ABSTRAK Latar Belakang : Wujud nyata dari pembangunan kesehatan di Kabupaten Cirebon adalah dalam bentuk program Keluarga Berencana (KB). Keluarga Berencana adalah program yang terus digulirkan dari zaman Orde Baru hingga kini. Keberhasilan program Keluarga Berencana umumnya ditandai dengan menurunnya: (1) Angka Kematian Ibu (AKI) (Maternal Mortality Rate / MMR), (2) Angka Kelahiran (AK) (Crude Birth Rate = CBR), dan (3) Angka Kematian Balita (AKB) (Infant Mortality Rate / IMR).
Metode Penelitian: Dikarenakan penelitian ini berusaha untuk mengetahui peranan petugas lapangan Keluarga Berencana dalam penurunan angka kelahiran dan kematian balita di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon, maka metode yang digunakan adalah mengacu pada metode asosiatif, yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Jenis data dalam penelitian ini termasuk ke dalam data data sekunder, yaitu data yang diambil dari data yang telah tersedia, yang mencakup data tentang kegiatan penyuluhan KB, serta data tentang peranan Petugas Lapangan terhadap penurunan angka kelahiran dan kematian Balita yang dapat dilihat dari laporan kegiatan penyuluhan KB periode tahun 2000 dan 2006. Teknik analisis/pengolahan data menggunakan menggunakan analisis deskriptif.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dalam mensukseskan program Keluarga Berencana, khususnya dalam penurunan angka kelahiran dan kematian Balita dan ibu hamil di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon.
Kesimpulan: Kabupaten Cirebon dalam pelaksanaan Keluarga Berencana mendapat pengghargaan Manggala Karya Kencana atas keberhasilannya dalam implementasi program KB. Angka Kematian Balita (AKB) di wilayah Kabupaten Cirebon dan khususnya di wilayah Kecamatan Palimanan mengalami penurunan. Angka Kematian Balita (AKB) di Kabupaten Cirebon dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2006 menunjukkan kecenderungan menurun, dimana menunjukkan bahwa AKB pada tahun 2000 adalah 25 kematian balita per 1.000 kelahiran hidup dan terus menurun hingga mencapai 12 kematian balita per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2006. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Palimanan sendiri AKB tahun 2000 sebesar 4 kematian balita per 1000 kelahiran hidup dan menurun pada tahun 2006 sebesar 2 kematian balita per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu Hamil di Kabupaten Cirebon dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2006 menunjukkan kecenderungan menurun, dimana menunjukkan bahwa MMR pada tahun 2000 adalah 32 kematian ibu hamil per 1.000 kelahiran hidup dan terus menurun hingga mencapai 21 kematian ibu hamil per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2006. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Palimanan sendiri MMR tahun 2000 sebesar 9 kematian ibu hamil per 1000 kelahiran hidup dan menurun pada tahun 2006 sebesar 4 kematian ibu hamil per 1.000 kelahiran hidup. Dari perkembangan angka kematian balita (AKB) dan angka kematian ibu hamil (MMR) di atas, maka dapat dikatakan bahwa Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di wilayah Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon telah memainkan peranan yang positif, sehingga AKB dam MMR selama 5 tahun terakhir mengalami penurunan. Hal itu berarti peranan PLKB terhadap penurunan AKB dan MMR sangat tinggi dan positif.
Saran-saran: 1. Perlu ditingkatkannya peran PLKB untuk mendukung program KB di masa mendatang. 2. Kendala-kendala yang terkait dengan program KB, terutama dalam masalah PLKB, seperti perencanaan yang matang dan alokasi anggaran yang jelas perlu dipikirkan jalan keluarnya sehingga PLKB dapat lebih berperan aktif di masyarakat. 3. Adanya otonomi daerah mengharuskan setiap wilayah pemerintahan memiliki rancangan program dalam mensejahterakan masyarakatnya, sehingga program KB dapat dijadikan salah satu strategi dalam mensejahterakan masyarakat tersebut. 4. Perlu diadakan penelitian yang lebih komprehensif sehingga didapat data dan kesimpulan yang lebih akurat yang dapat mendukung penelitian ini.
Jumlah Pustaka: 17 (1992-2005) DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL i LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ii BERITA ACARA SIDANG SKRIPSI iii KATA PENGANTAR iv ABSTRAK vi DAFTAR ISI vii
BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 B. Perumusan Masalah 3 C. Pembatasan Masalah 4 D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 5 E. Hipotesa 6 F. Metodologi Penelitian 7 1. Tempat dan Waktu Penelitian 7 2. Jenis Data dan Variabel Penelitian 8 3. Sumber Data 8 4. Teknik Pengumpulan Data 8 5. Teknik Pengolahan Data 10 G. Sistematika Penulisan 11 BAB II : LANDASAN TEORI A. Pengertian Ilmu Administrasi 13 B. Unsur-unsur Ilmu Administrasi 15 C. Pengertian Sumber Daya Manusia 20 D. Keluarga Berencana 32 E. Petugas Lapangan Keluarga Berencana 34 F. Kerangka Pikir Penelitian 36 BAB III : GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Keadaan Wilayah 39 B. Keadaan Sosial Ekonomi Kecamatan Palimanan 41 C. Struktur Organisasi dan Tata Kerja 44 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Keluarga Berencana 57 B. Kiprah PLKB 61 C. Tingkat Harapan Hidup 64 D. Pembahasan 68 BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 69 B. Saran-saran 70 DAFTAR PUSTAKA 72 LAMPIRAN |