S1.AK.19
Ditulis Oleh Administrator   
Sunday, 28 June 2009
Judul: PERLAKUAN AKUNTANSI PIUTANG DAN PENYAJIANNYA DALAM LAPORAN KEUANGAN PADA PT KPIG, BEKASI
Jumlah Halaman: 77 hlm + Lampiran lengkap
Skripsi tahun: 2008

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan, yaitu: Untuk mengetahui pencatatan dan pengukuran piutang serta penyajiannya dalam laporan keuangan berdasarkan kebijakan akuntansi yang ditetapkan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 9 tahun 1998 sebagaimana telah diubah menjadi PSAK No. 1 tahun 2007; dan untuk mengetahui penyajian laporan keuangan setelah adanya perubahan pencatatan akuntansi piutang pada PT KPIG, Bekasi.
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang diambil dari data sekunder yang telah tersedia di Bursa Efek Indonesia yang dapat diakses secara online melalui www.idx.co.id dan www.jsx.co.id (link lengkap ke laporan keuangan perusahaan KPIG tercantum dalam daftar pustaka) dengan kode perusahaan KPIG. Data tersebut mencakup: data tentang piutang dan laporan keuangan perusahaan (neraca dan laporan laba rugi) perusahaan dari usaha persewaan, yakni laporan keuangan periode Juni 2007 dengan perbandingan Juni 2006. Kedua data tersebut kemudian akan dilihat perbandingan penyajian laporan keuangan dengan adanya perubahan pencatatan akuntansi atas piutang (khususnya piutang tak tertagih).

Kesimpulan hasil penelitian:
1.    Metode pencatatan piutang, khususnya pada kemungkinan piutang tak tertagih, terdapat 4 macam metode: metode penyisihan piutang ragu-ragu dan metode penghapusan langsung.
2.    PT. Kridaperdana Indahgraha, Tbk dalam pencatatan piutangnya menggunakan metode penyisihan piutang ragu-ragu. Hal itu dilakukan untuk menjaga akuntabilitas laporan keuangan dan menjaga kerugian.
3.    Perubahan pencatatan piutang dilakukan jika terdapat pemulihan penyisihan piutang ragu-ragu. Hal ini menunjukkan adanya piutang yang tak tertagih namun kemudian melakukan pembayaran sehingga mengurangi angka penyisihan piutang ragu-ragu.
4.    Penghapusan piutang, meskipun terdapat ketentuannya tetapi jarang dilakukan, karena merugikan perusahaan, kecuali pada kasus-kasus tertentu.
5.    Ternyata perusahaan dalam pemilihan metode pencatatan piutang dan perubahan pencatatannya telah tepat, karena metode penyisihan piutang ragu-ragu lebih aman digunakan daripada metode penghapusan.
6.    Dari hasil penelitian ini juga diperoleh kesimpulan bahwa pemilihan suatu metode pencatatan piutang sangat berpengaruh terhadap penyajian laporan keuangan. Hal ini jelas akan menentukan penilaian terhadap kinerja perusahaan. Karena kinerja perusahaan dinilai baik atau buruknya adalah dari laporan keuangan.