• Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • default color
  • green color
  • blue color
Zoom & Font
You are here: Beranda arrow Skripsi Humaniora arrow Kode: S1.DAK.04
Kode: S1.DAK.04 Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Sunday, 23 March 2008
JUDUL: KONSEP PLURALISME SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN DAKWAH ISLAM
(Studi Analitis Konstruktif terhadap Pemikiran Nurcholish Madjid)


Halaman: 71 hal

ABSTRAK

Perumusan Masalah:
Bagaimana menanamkan sikap pluralis pada setiap individu ?
Bagaimana pluralisme dihadapkan dengan konsep-konsep teolog?
Dalam penyusunan Skripsi ini, penulis akan berusaha mendapatkan data maupun informasi lewat sumber-sumber tertulis yang kiranya dapat dijadikan bahan dalam penulisan skripsi ini. Dengan kata lain, dalam usaha mendapatkan bahan-bahan penulisan, penulis melakukan penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu mengumpulkan data dari buku-buku yang ada kaitannya dengan pembahasan, kemudian menuangkannya, menganalisa di dalam sebuah skripsi. Paradigma yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan paradigma “analitis konstruktif”.
Untuk mengolah data dan informasi yang ada, penulis menggunakan metode:
Deduktif, yaitu memulai dari uraian yang bersifat umum dan kemudian sampai kepada kesimpulan yang khusus.
Induktif, Yaitu memulai dari masalah yang khusus menuju kepada masalah yang sifatnya umum.
Dakwah adalah suatu upaya mengajak orang lain kepada kebaikan (amar ma’ruf). Hal tersebut bertitik tolak pada dakwah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Dengan salah satu tujuan utamanya adalah perubahan masyarakat secara gradual, serta informasi kontinu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Karena sebagaimana diketahui  Islam mengajarkan dan membimbing orang untuk tidak menjadi benar  sendiri saja tapi juga untuk memperbaiki orang lain. Kewajiban dakwah seperti ini menuntut untuk terus dilakukan.
Pluralisme merupakan suatu keniscayaan yang tidak mungkin di ubah lagi, karena merupakan kehendak Allah SWT, (sunnatullah).  Menurut para pakar, semua agama pada dasarnya mempunyai persamaan kerena ahama berasal dari yang satu (Tuhan). Untuk itu jalan yang terbaik bagi para pemeluk agama adalah menerima kenyataan kemajemukkan itu sebagai bernilai positif dan dituntut saling toleransi di antara mereka tentang. Tentang hal itu di jabarkan dalam al-quran dan sunnah.
konflik berbingkai agama yang seringkali terjadi di Indonesia, menjadi tantangan baru bagi dakwah. Dakwah harus menghindari superioritas suatu agama, jika kita menghendaki timbulnya konflik antar agama. Tetapi dakwah hrus dilakukan sebagi upaya mencari solusi alternatif bagi problem-problem yang terjadi. Untuk itu dialog merupakan alternatif terbaik bagi dakwah. Melalui dialog, isu-isu yang berkembang di masyarakat dapat diidentifikasi, dan diupayakan pemecahannya secara bersama-sama. Dialog juga tidak berarti     penghentian aktivitas dakwah, karena melalui dialog pula pesan islam yang menjadi inti dari dakwah itu sendiri bisa disampaikan.

Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 23 March 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >